Indahnya Belajar Diksi
Flyer Pertemuan 6 KBMN 32
Resume Ke : 6
Gelombang
: 32
Tanggal : 3
Februari 2025
Tema : Diksi dan Seni Bahasa
Narasumber : Maydearly
Moderator : Purbaniasita Kusumaning Sedyo,S.Pd
Ayam hutan ayam bekisar
Banyak dijual di kaki lima
Hati saya senang siap belajar
Agar ilmu dapat di terima
Malam ini, malam yang sangat special bagi saya . Karena lagi- lagi saya merasa berada dalam lingkaran yang tepat, dihujani dengan kata-kata indah nan kaya makna. KBMN 32 ini banyak membawa perubahan pada diri saya. banyak perubahan positif yang saya rasakan. Sebelum saya menerima ilmu baru tentang Diksi dan Seni Bahasa ini, terlebih dahulu saya ingin memastikan peraaan saya ketika akan menerima ilmu malam ini. Saya yakin dengan perasaan senang ilmu akan mudah saya serap.
Narasumber hebat malam ini yaitu sosok insfiratif dan dedikatif. Beliau bernama Maydearly “Queen of diction” sang ratu diksi yang kiprahnya tidak diragukan lagi. Dengan diksi-diksinya yang sangat memantik. Apa saja kegiatan dan prestasi beliau? Yu… kita intip
1. Penulis 4 buku Solo, 1 buku duo, dan 1 buku trio, serta 15 buku Antologi
2. Dewan Juri Tingkat Kabupaten
3. Narasumber Nasional
4. MC tingkat Kecamatan
5. Moderator tingkat Nasional
6. Berbakat dalam seni Musik
Wuaaaah.. ternyata bukan main narasumber malam ini keren abis. Bahkan pembuka kegiatan malam ini juga, kami dimanjakan dengan kata-kata puitis dan penuh makna.
Di ufuk senja ritme syahdu tegak berkumandang, sembari menengadah do'a aku ketukkan nada Assalamualaikum sebagai pembuka tatap maya pertemuan kita
I see you on one screen, menatap celah barisan kata, semata tawa menjadi cengkrama, pelan-pelan bergumul dalam balutan aksara, mengukir kata, bersiul sambut lewat satu linimasa pada beranda kelas Maya, KBMN 32.
Malam ini, saya merasa seperti seorang anak kecil yang baru menemukan mainannya, penuh dengan rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar. Setiap pelajaran yang saya terima, bagaikan sebuah hadiah yang berharga, membuat saya bersemangat untuk mempelajari lebih lanjut. Saya terpaku di tempat duduk ini, seperti burung yang telah menemukan sarangnya, karena setiap pelajaran yang saya pelajari adalah sebuah kebahagiaan yang tak terhingga. Apalagi saat disuguhi puisi seindah ini.
tawanan Rindu
Created by: Maydearly
Kau tahu apa yang lebih menyedihkan?
Merinduimu di setiap keping nafas tanpa terbias
Aku merinduimu melebihi resep minum obat
Walau harus ku hitung waktu lewat puluhan jari
Jawabanku masih tetap merinduimu
Tataplah, ada banyak rindu yang bertebaran di Langit
Petik lah satu demi satu sebagai ayat rinduku
Langit itu kini tak lagi dingin,
Kabar darimu tak lagi mampir
Menawan batinku dengan berjuntai tanya dan hawatir
Biarkan aku menenggelamkan diri dalam kubangan rindu
Semangkuk harap ku persiapkan menuju kedatanganmu
Sebab, merinduimu adalah memupuk kalori semanis madu
Materi yang saya terima seindah diksi di malam ini
Apa itu diksi?
Diksi adalah tentang rasa, dan rasa adalah tentang indra. Apa yang kita lihat, kita dengar, kita sentuh, ketika kita jabarkan dalam sebuah kalimat yang menarik maka akan terlahir sebuah kata yang unik.
Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dan bertujuan agar pembaca dapat memahami teks dalam tulisan. Diksi lahir untuk memberikan ruh agar sebuah kata memiliki kepantasan yang lebih bermakna.
Dahulu, sejarahwan Yunani bernama Aristoteles memperkenalkan Diksi untuk menulis puisi. Kini, Diksi berkembang pesat tidak hanya pada puisi tapi juga digunakan untuk memperindah bahasa sebagai padanan kata agar lebih terasa maknanya.
Sebagai Pemula, Bagaimana cara Belajar Diksi?
- Belajar mencari referensi buku-buku cerita seperti Cerpen dan Novel.
- Banyak juga literatur sastra yang bisa kita temukan di google
- Sering-seringlah membaca karya-karya yang berbalut sastra
- Glosarium kata di google. bisa kita jadikan sebagai referensi
Selain itu, ada Tips jitu agar mudah merangkai kata agar menarik
- Sense of touch adalah teknik menulis yang melibatkan indera peraba atau sentuhan. Teknik ini dapat digunakan untuk menggambarkan tekstur permukaan benda, atau pengalaman fisik dan emosional. Indera sentuhan ini dapat berperan penting dalam mengembangkan diksi, terutama dalam menggambarkan atau menjelaskan pengalaman fisik atau emosional. Sehingga tulisan kita menjadi lebih menarik dan hidup.
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of touch dapat membantu dalam pengembangan diksi:
- Deskripsi Fisik: Menggunakan kata-kata yang merujuk pada sensasi fisik yang dirasakan oleh karakter atau objek dalam cerita. Misalnya, "rasa kasar batu yang menggores telapak tangan" atau "kelembutan bulu halus yang menyentuh pipi".
- Ekspresi Emosi: Mendeskripsikan bagaimana indera sentuhan mempengaruhi suasana hati atau emosi seseorang. Contohnya, "rasa dingin membelai kulitnya membuatnya merasa kesepian" atau "kehangatan pelukan memenuhi hatinya dengan kedamaian"
- Nuansa dan Atmosfer: Menggunakan sensasi sentuhan untuk membangun nuansa atau atmosfer dalam sebuah setting. Misalnya, "angin sepoi-sepoi menyentuh kulit mereka dengan lembut di tepi pantai yang sunyi" atau "hujan deras yang membasahi bumi dengan kelembutan."
- Metafora dan Personifikasi: Menggunakan sentuhan secara metaforis untuk menggambarkan pengalaman atau objek secara lebih mendalam. Contohnya, "sinar matahari merayap seperti jemari emas yang membelai tanah gersang" atau "suara angin di pepohonan menggelembung seperti suara tawa anak-anak yang bermain."
2. Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of smell dapat digunakan dalam berdiksi:
1. Deskripsi Lingkungan: Menggunakan aroma untuk menggambarkan lokasi atau lingkungan dengan lebih jelas. Contohnya, "aroma bunga melati yang menyegarkan memenuhi udara di taman itu" atau "bau tanah basah setelah hujan turun sepanjang malam."
2. Karakterisasi: Menambahkan aroma untuk menggambarkan karakter atau suasana hati. Misalnya, "parfum mewah yang menguar dari lehernya menunjukkan keanggunan dan kepercayaan dirinya" atau "bau rokok dan alkohol yang menusuk hidung menggambarkan gaya hidupnya yang kasar."
3. Memori dan Emosi: Menggunakan aroma untuk memicu memori atau mengekspresikan emosi karakter. Contohnya, "aroma kue mangga yang manis membawa kenangan masa kecilnya yang bahagia" atau "bau bensin yang tajam memicu kecemasan dalam dirinya."
4. Metafora dan Simbolisme: Menggunakan aroma secara metaforis untuk menggambarkan suasana atau konsep. Misalnya, "bau kemarahan yang menyengat terasa di udara" atau "aroma kebohongan yang terasa menyengat di ruang rapat itu."
3. Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.
Sense of taste, atau indera perasa, juga dapat digunakan dengan efektif dalam berdiksi untuk memperkaya pengalaman pembaca dengan sensasi-sensasi yang berkaitan dengan rasa.
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of taste dapat dimanfaatkan dalam berdiksi:
1. Deskripsi Makanan dan Minuman: Menggunakan rasa untuk menggambarkan makanan atau minuman dengan lebih jelas. Contohnya, "rasa manis dari cokelat leleh mengalir di lidahnya" atau "rasa pedas dari sambal yang membara memenuhi seluruh mulutnya."
2. Ekspresi Emosi atau Perasaan: Menggunakan rasa untuk mengekspresikan emosi atau perasaan karakter. Misalnya, "rasa getir kecewa yang seperti pahit di ujung lidahnya" atau "rasa gembira yang segar seperti buah-buahan tropis yang manis."
4. Sense of Jurnalism
merujuk pada cara penggunaan diksi yang khas dalam konteks jurnalisme untuk menyampaikan berita atau cerita dengan cara yang informatif, jelas, dan terkadang juga memikat.
5. Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana caranya? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara.
Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.
Berikut beberapa cara menggunakan sense of hearing dalam berdiksi:
1. Deskripsi Suara: Menggunakan kata-kata untuk menggambarkan berbagai jenis suara dengan detail. Misalnya, "derap langkah kaki yang cepat di lorong yang sepi" atau "gemerisik daun kering yang disapu angin."
2. Atmosfer dan Nuansa: Suara dapat digunakan untuk membangun atmosfer atau nuansa tertentu dalam sebuah setting. Contohnya, "gemuruh petir yang menggetarkan jendela" untuk menciptakan ketegangan atau "suara riuh kerumunan yang memenuhi pasar pagi."
3. Ekspresi Emosi: Suara juga dapat mengekspresikan emosi atau perasaan. Misalnya, "senandung riang anak-anak yang bermain di halaman sekolah" atau "ratapan sedih yang terdengar di ruang tengah rumah duka."
4. Simbolisme dan Metafora: Suara dapat digunakan secara metaforis untuk menyampaikan makna yang lebih dalam. Contohnya, "suara jangkrik malam yang menyiratkan kesepian di hatinya" atau "nyanyian angin yang membawa berita baik."
Dengan narasumber sebagai kapten yang bijak dan peserta sebagai awak kapal yang tangguh. Setiap kata dan kalimat yang saya pelajari, bagaikan sebuah bunga yang mekar di taman hatiku. Saya merasa seperti seorang pelukis yang baru menemukan warna-warna baru, penuh dengan inspirasi dan kreativitas. Diksi menjadi alat untuk mengekspresikan diri, untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran yang terdalam.
Pergi jalan-jalan ke Cikini
Pulang dan pergi naik kereta
Terimaksih untuk ilmu malam ini
Menjadi bekal dalam merangkai kata
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Mantap resumenya Bun. Semangat terus ya
BalasHapusTerimakasih masukannya bunda
Hapus