Apa dan Bagaimana Mengatasi Writer's Block?

  

 Flyer Pertemuan 7 KBMN 32


Resume Ke        : 7

Gelombang        : 32

Tanggal          : 5 Februari 2025

Tema             : Mengatasi Writer's Block

Narasumber       : Ditta Widya Utami,S.Pd. Gr

Moderator        : Gina Dwi Septiani,S.Pd, M.Pd


Setelah hujan muncul pelangi

Bermacam-macam indahnya warna

Saya kagum narsum malam ini

Masih muda prestasi luar biasa

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena saya bisa mengkuti KBMN ini dengan lancar. Malam ini sudah memasuki pertemuan ke-7. Seperti biasa pukul 19.00 kelas sudah dimulai. Sambil menunggu narasumber hadir, kegiatan kelas diawali dengan berdoa bersama dan dilanjutkan dengan membaca Cv narasumber.

 Subhanallah saya merasa kagum, begitu banyak prestasi dan kegiatan yang sudah beliau torehkan. Baik kegiatan menulis maupun kegiatan lainnya yang membawa manfaat bagi orang banyak. Karena itulah tujuan hidup narasumber kita malam ini. Berikut link Cv narasumber :https://s.id/cvdittawidyautami

Sebuah fakta, siapa pun bisa terkena Writer’s Block. Entah itu penulis profesional atau pemula, Novelis, cerpenis, penulis puisi, jurnalis, script writer, atau ghost writer. Writer's Block juga bisa terjadi kapan dan dimana pun. Bisa di awal, tengah, maupun akhir kepenulisan. Bisa terjadi dalam waktu yang singkat, bahkan bisa pula bertahun-tahun.

Apa itu Writer's Block?

Writer's Block adalah kondisi dimana penulis mengalami  kesulitan atau hambatan dalam menulis. Istilah ini sudah ada sejak tahun 40-an sebetulnya. Dikenalkan oleh Edmund Bergler. Seorang ahli psikoanalisis (yang mempelajari pemikiran alam bawah sadar dan perilaku manusia).

Saya secara pribadi terkadang merasa disibukan dengan pekerjaan sekolah, pekerjaan di rumah,mood swing, merasa  tidak punya waktu untuk menulis yang membuat saya stuck dan jalan di tempat. Hal ini mungkin yang dinamakan WB.

Ciri-ciri Writer’s Block

1.Sulit untuk focus

2.Sering berubah pikiran (karena ide yang terus berkembang)

3.Merasa kurang bersemangat

4.Terlalu sering mengoreksi tulisan (baik dari diksi, tanda baca,      eyd)

5.Khawatir tidak sesuai harapan pembaca

6.Terlalu banyak tekanan (dari dalam diri maupun dari luar)           untuk menulis.

Seperti halnya langit, kadang bersinar cerah, tapi

acapkali pula tiba-tiba gelap tertutup awan. Begitu pula

perjalanan kita dalam berkarya. 

Menulis sejatinya adalah kata kerja. Maka harus "aktif". Tak bisa kita bercita-cita jadi penulis, namun tidak menulis. Perlu ada upaya dari dalam diri kita untuk terus berlatih, mengasah kemampuan yang kita miliki. Agar kita menyukai kegiatan menulis.

Agar kita suka dengan kegiatan menulis, langkah awal yang harus kita lakukan yaitu : mencari tema yang memiliki keterkaitan dengan keseharian kita, atau dengan hal-hal yang lebih kita minati, dengan apa yang pernah kita dengar, lihat atau rasakan. Hal ini tentunya akan lebih mudah ide-ide mengalir dengan sendirinya.

Dua orang ahli  psikolog bernama Jerome Singer dan Michael Barrios pernah melakukan penelitian kepada penulis yang berbeda latar belakang  mulai dari penyair puisi hingga screen writer mengenai fenomena writer’s block ini. Hasil temuan mereka ternyata yang mengalami Writer's Block yaitu mereka yang merasa tidak sedang bahagia. Writer's Block memiliki keterkaitan dengan kondisi psikoligis seseorang seperti, kecemasan, pemarah, apatis, memiliki masalah dengan orang lain

Lalu, bagaimana cara mengatasi atau menghindari Witer's Block?

Sebetulnya jawabannya ada pada diri kita. 

1.Saat kita sedang merasa buntu, atau saat banyak tekanan dari luar, sehingga membuat kita mandeg menulis. Hal-hal yang harus kita lakukan yaitu : 

  • Istirahat sejenak, cari suasana baru (misal terbiasa menulis di kamar, di tempat yang sunyi, di depan rumah sambil menghirup udara segar atau di sebuah kafe),
  • meminimkan distraksi (misal mematikan HP dan TV saat kegiatan menulis),
2. Jika penyebabnya kehabisan ide atau bingung, kita bisa membaca karya orang lain, melakukan diskusi atau aktivitas berbeda untuk mendapatkan inspirasi baru,

3. Jika penyebabnya adalah terlalu perfeksionis sehingga lebih banyak revisi yang membuat tulisan gak kelar kelar, mungkin sesekali kita perlu melakukan free writing. Menulis bebas sekitar 5-10 menit tanpa memikirkan eyd, tanda baca, dll.

Semoga bermanfaat

Di Jakarta ada taman mini
Keliling Provinsi naik gondola
Terimakasih untuk ilmu malam ini
Sangat bermanfaat bagi pemula 

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempermudah Penuis Bersama Penerbit Mayor