Menulis Dengan Hati

 


flyer Pertemuan 14 KBMN 32



Resume Ke    : 14

Gelombang    : 32


Tanggal          : 21 Februari 2025

Tema             : Writing By Heart

Narasumber   : Mutmainah,M.Pd

Moderator    : Widya Arema


Bulan apa setelah Februari
Aku tau pasti bulan Maret
Ayo menulis dengan hati
Dengan tema writing by heart


Kita menangis saat hati teriris
Kita berbunga saat hati terpanah asmara
Begitu dasyatnya kekuatan hati. 

Lantas apa bisa menulis dengan hati. 
Kenapa tidak??? 

Malam ini, kita akan kupas tuntas bagaimana menulis dengan hati. Narasumber hebat bernama Mutmainah,M.Pd. Seorang blogger dan tim solid yang berasal dari Kabupaten Lebak. Beliau juga seorang kepala madrasah Tsanawiyah yang memiliki hobi memahat kata, hingga terlahir puluhan karyanya dalam buku antologi. Dua karya solonya telah membuktikan beliau piawai dalam menggores kata. Beliau juga menjadi Penulis terbaik 2023 di nominasi the best author versi KBMN. 

Tulisan adalah jiwa, setiap yang berjiwa pasti bisa menulis. Tulisan dengan hati akan sampai ke hati. Menulis bukan hanya sekedar mengungkapkan pikiran dan ide, tetapi juga tentang membagikan bagian dari diri kita sendiri. Menulis dengan hati berarti membiarkan emosi, pengalaman, dan intuisi kita menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam tulisan kita.

Ketika kita menulis dengan hati, kita tidak hanya menciptakan kata-kata yang indah, tetapi juga membagikan bagian dari jiwa kita kepada pembaca. Dalam proses ini, kita dapat menemukan kebenaran, kejujuran, dan kedalaman pada tulisan kita, serta membangun koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri dan dengan orang lain.


Apa itu Writing by Hearth? 

Sejatinya menulis adalah ketrampilan tertinggi setelah membaca dan berbicara. Menulis dengan hati artinya jadikan hati sebagai inspirasi saat menulis. Jadikan hati sebagai sumber untuk mengolah ide dan inspirasi yang disampaikan melalui tulisan. Otak dan pikiran hanyalah alat dari proses menulis yang bersumber dari hati tersebut.



Tips menulis dengan hati 

1. Libatkan emosi. 
 Dalam konteks menulis dengan hati, berarti membiarkan perasaan dan emosi kita mengalir dalam tulisan. Ini  artinya kita tidak hanya menulis dengan logika dan fakta,tetapi juga dengan perasaan dan pengalaman pribadi. Saat kita menuliskan tentang kesedihan, gambarkan kesedihan itu. Bagaimana rasanya sedih, tulis saja seperti kita sedang berbicara curhat pada  sahabat    kita. Atau saat kita sedang marah, sampaikan rasa amarah itu dalam kata kata. Sehingga seolah pembaca merasakan aura kemarahan kita.

2. Libatkan panca indera.

Tiga sahabat itu meringkuk ketakutan. Di tengah samudra biru, mereka terombang-ambing diatas kapal yang sudah lubang sana sini. Tangan mereka terikat jaring dengan kuat, sementara mulut kelu dalam gigil kedinginan. Dari  kejauhan, Sesosok makhluk yang besar semakin mendekati mereka. Makhluk itu sangat besar, tingginya melebihi  pohon kelapa. Badannya sebesar gedung tingkat delapan. Surainya mencuat tinggi berwarna keperakan disinari matahari. Entah makhluk apa yang mereka lihat. Matanya yang merah menampakkan amarah. Makhluk itu menghantamkan ekornya dengan kuat.
 
Byuuuurrrr, seketika air laut bergejolak setinggi 30 meter. Baju mereka basah kuyup, rasa dingin bukan  masalah terbesar mereka. Tapi tatapan marah ikan itu. Ikan itu  semakin mendekati mereka. Satu ayunan sirip lagi, akan tiba dihadapan mereka.

Ooh bagaimana nasib ketiga sahabat itu selanjutnya??

 Naah bagaimana saat bpk/ibu membaca paragraf ini? 
 Tentu kita juga merasakan dingin, dan ketakutan seperti ketiga sahabat itu       bukan?
    
3. Tulis sesuatu yang kita sukai.

Maksudnya adalah bahwa kita harus menulis tentang topik atau tema yang kita sukai, minati, atau bahkan obsesikan. Kalau kita menulis apa yang kita sukai biasanya ide mudah dan mengalir begitu saja.

Berikut beberapa alasan mengapa menulis tentang sesuatu yang kita sukai sangat penting:

  •  Lebih mudah untuk menulis: Ketika kita menulis tentang sesuatu yang kita sukai,maka akan lebih mudah untuk menulis karena kita sudah memiliki pengetahuan dan minat yang mendalam tentang topik tersebut.
  • Tulisan lebih otentik: Menulis tentang sesuatu yang kita sukai, tulisan kita akan lebih otentik dan bermakna karena kita dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan secara langsung.
  • Lebih mudah untuk membangkitkan emosi: Ketika kita menulis tentang sesuatu yang disukai, tentunya dapat membangkitkan emosi yang lebih kuat dan mendalam dalam tulisan kita. 
  • Tulisan lebih kreatif: Sesuatu yang disukai, dapat membiarkan kreativitas  berjalan dengan sendirinya dan membangun ide-ide yang lebih inovatif dan menarik.

Contoh topik yang dapat kita tulis tentang sesuatu yang disukai adalah:

- Hobi atau kegiatan yang kita sukai
- Buku atau film yang disukai
- Tempat atau destinasi wisata yang kita sukai
- Makanan atau minuman yang disukai atau
- Pengalaman atau kenangan yang paling melekat dalam hati.

4. Jangan Mengharap Pujian. 

Niatkan dalam hati yang pertama kata-kata berikut ini. 
UNTUK APA KITA MENULIS? 

Jika kita menulis hanya karena pujian, orientasi kita bukan pada segi manfaat tulisan kita. Tapi semata mata karena ingin dipuji. Dan saat tulisan kita sepi dari pujian maka kita akan badmood bahkan malas untuk menulis.



5. Who dan do. 

Who artinya kenali siapa yang akan membaca tulisan kita. 
Jika kita ingin tulisan kita mengena pada remaja maka posisikan diri kita sebagai remaja. Mulai dari gaya bahasa, topik dan hal- hal yang lagi digandrungi remaja. 
Jadikan diri bpk/ibu sebagai pembaca. 

Do artinya pesan apa yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Dengan harapan pembaca akan melakukan apa yang kita tulis dan kita harapkan sesuai tujuan tulisan kita.

6. Read and read

Seorang penulis hendaknya suka membaca. 
Ibarat kendaraan maka membaca adalah bahan bakar seorang penulis. Dengan membaca kita akan kaya akan ide, bahasa dan bahsan menulis. Jadi, semakin banyak seseorang membaca, wawasan dan pengatahuannya pun akan semakin luas, sehingga memiliki banyak referensi atau ide untuk menulis. Dengan kata lain, tiap kalimat yang dituliskan akan mengalir mudah, karena sudah mempunyai bekal informasi.

7. Jujur
Mulutmu bisa berbohong tapi tulisanmu tidak. Kata orang apa yang tertulis tak mampu berbohong bahwa tulisan adalah isi hati penulis, saat matamu bisa berbohong maka tulisanmu tidak, artinya tulisan kita adalah gambaran dari kita.

8. Konsisten. 

Konsisten memang mudah diucapkan tapi sulit di praktikan dengan berbagai alasan tentunya. Jika kita ingin konsisten lakukan beberapa hal berikut:

- Menulis setiap hari, bahkan jika hanya beberapa kalimat
- Membuat jadwal menulis yang teratur
- Menulis tentang topik yang sama secara terus-menerus
- Membuat catatan harian atau jurnal untuk memantau kemajuan menulis

Dengan mempraktikkan konsistensi dalam menulis dengan hati, kita dapat meningkatkan kemampuan menulis, membangun gaya penulisan yang unik, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan pembaca.


Manfaat menulis dengan hati

1. Lebih menyentuh pembaca
Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi, akan lebih menggugah pembaca. Sebaiknya tulisan yang datar, akan terasa membosankan.

2. Lebih mudah menyusun cerita
Ketika kita sedang menulis sebuah novel sepenuh jiwa, maka tulisan tersebut akan memiliki nyawa dan seolah-olah bisa dirasakan secara nyata oleh pembaca. Kita pasti pernah kan membaca sebuah buku yang membuat kita merasa masih larut dalam cerita meskipun sudah selesai membacanya? Bisa jadi penulis buku tersebut sangat menjiwai tulisannya.

3.Lebih mudah menyusun cerita. 
Tentu kita pernah merasakan Writer Block. Tak ada ide menulis. 
Jangankan menulis paragraf. Membuat kalimat saja kadang tak terangkai. 
Maka cobalah menulis dengan hati. 

Tulis semua yang ada disekeliling kita, rasakan dengan indera kita. 
Tulis saja, tanpa mengindahkan kaidah penulisan. 
Tulis seolah kita berbicara. 
Menulislah dengan berbagi rasa lewat abjad, dan menyentuh hati pembaca lewat tulisan.

Bandingkan dua tulisan ini 
Contoh menulis melibatkan hati dan tidak melibatkan hati

1. Hari ini hujan turun dengan lebat. Budi sang penjual koran duduk kedingian di trotoar dengan menahan rasa lapar. 

2. Awan mendung terlihat menghitam, suara tetesan hujan semakin menderas. Sesekali terdengar cahaya kilat dan suara petir memekakkan telinga. Si budi kecil penjual koran, menggigil dalam beku. Matanya perih menahan tetesan hujan. Mulutnya membiru, seakan membeku. tangan dan kakinya kelu dan lunglai menahan lapar seharian. Tuhan berikan rezeki untuk bisa kumakan hari ini pintanya syahdu memandang awan kelabu.


Dengan menulis dengan hati, kita tidak hanya menulis untuk orang lain, tetapi juga untuk diri kita sendiri, sebagai cara untuk memahami, mengembangkan, dan membagikan keindahan dan kekuatan dari dalam diri kita.

Daun salam daun selasih.
Dijemur dahulu lalu dijadikan obat.
Saya haturkan banyak terimakasih.
Kepada moderator dan narsum hebat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini