Pentingkah Proofreading Bagi Seorang Penulis?
| flyer Pertemuan 12 KBMN 32 |
Gelombang : 32
Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Nomor HP/WA : 081373353014
Blog pribadi : www.blogsusanto.com
Akun medsos : a. Facebook:
https://www.facebook.com/Susantomusirawas/ b. Twitter: @antok_eni c. Instagram:
@susanto_eni d. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/susantogombong
Banyak sekali karya-karya yang telah di luncurkan oleh Bapak Susanto, S.pd diantaranya:
Buku Solo:
1. Berani Menulis dalam 20 Hari (2020)
2. Pijar Lentera Asa, Memoar Guru Pembelajar (2022)
3. Pelukan
untuk Rindu (2024)
Buku Antolog
- Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa (2020)
- Jejak Digital Motivator Andal (2020)
- Senandung Guru 1 (2021)
- Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (2021)
- Manuskrip Rasa (2022)
- Goresan Pena pada Sastra (Lisa Publisher, 2022)
- Just My Little Story (Pelangi Media, 2022)
- Modul Bahasa Daerah Musi Rawas (2022)
- Di Bawah RVL Aku Bernaung (Antologi Kisah Kopdar I RVL Yogyakarta)
- Mengapa Mira Bertingkah Aneh (Kumpulan Cerpen, Sip Publishing)
Penyunting Naskah Penerbit Indie
- Kunci Sukses menjadi Moderator Online (Aam Nuhasanah, 2020)
- Bait-Bait Kerinduan, Antologi Puisi (Rofiana, dkk., 2021)
- Haru Biru Perjalananku (Tini Sumartini, 2021)
- Purwakarya Literasi (Bu Kanjeng, dkk., 2021)
- 9 Langkah Menulis Cerpen (Sumarjiyati, 2021)
- Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Suryana Banah, S.Pd.2021)
- Manuskrip Rasa (Antologi, 2022)
- Healing with Traveling (Sri Sugiatuti, 2022)
- Di Bawah RVL Aku Bernaung (Antologi Kisah Kopdar I RVL Yogyakarta)(Dr. Much. Khoiri, dkk., 2022)
- Nadhira, Terbanglah Rajawali Kecilku (Dr. Hj. Daswatia Astuty, 2023)
- Antologi Kisah Kelas 9G MTs Negeri Semarang (sunting naskah, Aan Muanah, 2023)
- Nadhira 2, Belajarlah Hidup Rajawali Kecilku (Dr. Hj. Daswatia Astuty,2024)
Inilah alasan mengapa Proofreading atau mengoreksi penulisan perlu dilakukan karena penulis merasa kesulitan menemukan kesalahan dari tulisan yang dibuatnya atau merasa jika tulisannya sudah benar dan layak untuk dipublikasikan.
- Saltik (kesalahan pengetikan) atau ejaan: Salah ketik ini terjadi akibat kita terlalu cepat dalam mengetik kalimat, bisa juga karen sedang dikejar deadline dan tidak sempat untuk memeriksa Kembali tulisan kita.
- Penggunaan tanda baca seperti tanda titik, koma, titik dua, tanda tanya dll. Penggunaak tanda baca ini sangat penting agar kalimat yang dibaca terasa enak, dan maksudnya dapat tersampaikan dengan baik.
- Konsistensi dalam penggunaan nama dan istilah. Misalnya kita membuat tulisan tentang Pendidikan, diawal kalimat kita memakai istilah peserta didik, maka seharusnya sampai akhir tulisan tetap memakai istilah peserta didik, bukan siswa atau murid.
- Logika dari sebuah tulisan. Tulisan yang kita buat pun harus sesuai logika apalagi tulisan yang kita buat adalah tulisan non fiksi. Artinya bahwa tulisan tersebut harus memiliki struktur dan isi yang masuk akal, sistematis, dan konsisten.
Ada beberapa teknik yang bisa digunakan dalam proses proofreading:
- Netralkan perasaan terhadap tulisan sendiri, diamkan naskah beberapa waktu agar kita bisa melihat tulisan dengan lebih objektif.
- Baca dengan Suara Keras naskah yang sudah kita ketik agar tidak terjadi salah asumsi.
- Memeriksa saltik (typo),istilah,EYD,struktur dan kelogisan.
- Menggunakan Alat Bantu: Menggunakan alat bantu seperti kamus, dan perangkat lunak proofreading untuk membantu memperbaiki kesalahan.
- Menggunakan Waktu yang Cukup: Menggunakan waktu yang cukup untuk melakukan proofreading untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan yang terlewatkan.
- Menggunakan Sumber Referensi: Menggunakan sumber referensi seperti buku tata bahasa atau situs web untuk memastikan bahwa teks yang dihasilkan akurat dan sesuai dengan standar.
1.Typo insidental : kesalah mengetik dan cukup diperbaiki
2.Typo individual : ini merupakan kecenderungan pribadi penulis, misalnya menulis kata “buku” pada awal kalimat selalu “BUku”.
3.Tpyo automatical : koreksi otomatis dari aplikasi.
Contohnya: bisa = bias,
sosial = social, asma = atsma dan sebagainya.
4.Typo kaonseptual : ini bukan salah ketik tetapi lebih ke salah konsep.
Contohnya: karir = karier,
tanda titik setelah tanda seru dan tanda tanya
Siapa yang sebaiknya melakukan proofreading dan bagaimana caranya?
Yang seharusnya melakukan proofreading adalah penulis,editor, tim redaksi, bisa juga pembaca awal. Hal ini untuk memberikan umpan balik dan saran perbaikan.
Dengan demikian, proofreading merupakan langkah penting dalam proses penulisan untuk memastikan bahwa teks yang dihasilkan bebas dari kesalahan dan dapat menyampaikan pesan dengan efektif. Melalui proofreading, kita dapat meningkatkan kualitas teks, memperkuat argumen, dan meningkatkan kredibilitas sebagai penulis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami teknik dan strategi proofreading yang efektif dan menerapkannya dalam proses penulisan sehari-hari. Dengan melakukan proofreading yang teliti dan cermat, kita dapat menghasilkan teks yang berkualitas tinggi dan memuaskan.

.jpeg)
Terima kasih, ramuan tulisan yang menakjubkan.
BalasHapusTerimakasih Masukan nya Pak🙏
Hapus